Tantangan mendidik anak khususnya yang beranjak remaja pada saat ini semakin kompleks. Perkembang-an teknologi yang sedemikian canggih semakin membuka tabir budaya antar bangsa nyaris hilang. Dengan gadget/smartphone di tangan budaya penduduk seantero bumi ini bisa kita
saksikan. Cara bertutur kata, model berpakaian, potongan rambut, selera bergaul, macam makanan dan lain sebagainya sangat mudah kita akses dengan alat komunikasi tersebut. Dan yang perlu kita cermati adalah budaya-budaya tersebut sebagian besar bersumber dari dunia barat yang jelas-jelas bermadzhab kebebasan. Apa pun boleh dilakukan. Dan sering kali mengabaikan nilai-nilai moral dan agama.
Contoh yang membuat kita miris adalah dilegalkannya perkawinan sesama jenis di Amerika Serikat pada Juni 2015, melengkapi 20 negara Barat dan Afrika yang telah terlebih dahulu melegalkannya. Tentu hal ini semakin menambah bukti bahwa negara Barat senantiasa mengutamakan nafsunya dari pada nilai moral dan agama. Karena Vatikan yang katanya menjadi kiblat agama mereka jelas-jelas menolak, tetapi begitu mudahnya mereka menentang dan meninggalkannya.
Pelegalan ini telah menjadi angin segar bagi gerakan LGBT (Lesbianisme, Gay, Transgender dan Biseksual) laksana virus yang begitu mudah hinggap pada diri seseorang. Kini para orang tua harus betul-betul waspada!!! Anak adalah titipan, anugerah yang harus kita syukuri dan kita pertanggung jawabkan kehadirat Allah . Anak juga menjadi harapan para orang tua. Harapan akan kelangsungan keturunan, harapan visi misi kekhalifahan di muka bumi ini. Sebenarnya jika dipikir secara jernih tanpa harus menggunakan dalil naqlipun, akan mengatakan hanya orang bodoh dan berlandaskan nafsu syahwat belakalah orang mau melaksanakan nikah
sesama jenis. Bahkan hewanpun tidak kita temukan kawin sesama jenis. Tetapi mengapa masih ada sekelompok orang melakukannya dan bahkan banyak negara melegalkan hal ini? Inilah perangkap Setan. Akankah Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia juga melegalkan?
Na’udzubillah mindzalik.
Rasulullah mengajarkan pada kita pisahkan tidur anak laki-laki dan perempuan, pakaikan baju anak laki-laki dengan baju laki-laki dan sebaliknya. Belikan mainan dan ajari perilaku sesuai dengan jenis kelaminnya. Bagaimana jika berkelamin dua? Pilih salah satu yang sesuai dengan organ dalamnya, misal jika ada rahimnya jadikan ia perempuan. Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah melaknat orang laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya. Sebagai agama penutup yang telah disempurnakan Is-lam memberikan panduan dan bimbingan pada umatnya begitu detail. Tentu sebagai seorang muslim harus mempelajarinya sehingga faham dan tidak terjebak pada perangkap-perangkap setan. Untuk mencegah virus homoseks, Rasulullah juga mengajarkan kita agar seorang laki-laki tidak melihat aurat laki-laki, demikian perempuan juga tidak melihat aurat perempuan (menurut ulama dalam hal ini yang dimaksud aurat sama dengan aurat laki-laki), Dan jangan laki-laki tidur satu selimut dengan laki-laki dan sebaliknya.
Hal lain untuk menyelamatkan anak kita dari virus LGBT adalah mengarahkan dan memantau pergaulan putra-putri kita. Dekatkan dengan ulama, kumpulkan dengan orang-orang yang suka ilmu dan ahli berjuang, serta jauhkan dari lingkungan lebai, happy-happy, dan hura-hura. Bukankah dalam tembang jawa kita sering diingatkan “wong kang shaleh kumpulono”? Dengan berbagai upaya ini mudah-mudahan Allah menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai perangkap setan, aamiin
Sabtu, 15 Oktober 2016
Kisah Nabi Adam AS
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf :11-25.
Menurut ajaran agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan. Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.
Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamah, anak-anak Adam adalah Qabil dan Iqlima, Habil dan Labuda, Sith dan Azura, Ashut dan saudara perempuannya, Ayad dan saudara perempuannya, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, dan Baraq dan saudara perempuannya. Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40.
Wujud Adam
Menurut hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai makhluk asing dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan cerdas, dari peradaban di bumi sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:
Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as baru selesai diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya itu, menjadikannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada. Sama sekali berbeda jauh dari gambaran manusia purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.
Makhluk sebelum Adam
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Makhluk sebelum Adam di bumi
Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai manusia dan diangkat (ditunjuk) Allah sebagai khalifah (pemimpin/pengganti/penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang sebelumnya sudah ada makhluk lain. Maka dengan kata lain adalah, Adam 'bukanlah makhluk berakal pertama' yang memimpin di bumi."...dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya."
Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk berakal yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat. Manusia dan jin memiliki tujuan penciptaan yang sama oleh karena itu sama-sama memiliki akal yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda. Sedangkan malaikat hanya memiliki akal yang statis dan tidak memiliki nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk berakal lain selain ketiga makhluk ini.
Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas.
Surah Al Hijr ayat 27 berisi:
Dari ayat ini, Ulama berpendapat bahwa makhluk berakal yang dimaksud tidak lain adalah jin seperti dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan: "Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah jin yang suka berbuat kerusuhan."
Menurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin.
Penciptaan Adam
Setelah Allah menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah mengumumkan para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:Allah kemudian berfirman untuk menghilangkan keraguan para malaikat-Nya:"Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Lalu diciptakanlah Adam oleh Allah dari segumpal tanah liat yang kering dan lumpur hitam yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna."Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Kesombongan Iblis
Saat semua makhluk penghuni surga bersujud menyaksikan keagungan Allah itu, hanya Iblis dari bangsa jin yang membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah karena merasa dirinya lebih mulia, lebih utama, dan lebih agung dari Adam. Hal itu disebabkan karena Iblis merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur. Kebanggaan akan asal usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam seperti para makhluk surga yang lain.Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusirnya dari surga dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga kiamat kelak.
Iblis dengan sombong menerima hukuman itu dan ia hanya memohon kepada Allah untuk diberi kehidupan yang kekal hingga kiamat. Allah memperkenankan permohonannya itu. Iblis mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari surga. Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya. Allah kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.
Pengetahuan Adam
Allah hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi, maka Allah memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda. Para malaikat tidak sanggup menjawab firman Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahwa hanya Allah lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.
Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki akal yang dinamis. Sedangkan malaikat hanya memiliki akal yang statis sehingga hanya mengetahui hal-hal yang diajarkan langsung oleh Allah saja.
Adam menghuni surga
Adam diberi kesempatan oleh Allah untuk tinggal di surga dulu sebelum diturukan ke Bumi. Allah menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya. Adam memberinya nama, Hawa. Menurut cerita para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu dia masih tidur sehingga saat dia terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya. Allah berfirman kepada Adam:"Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Tipu daya Iblis
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan saat diusir oleh Allah dari surga akibat pembangkangannya, Iblis mulai berencana untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia di surga yang tenteram dan damai dengan menggoda mereka untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah kepada mereka.Iblis menipu mereka dengan mengatakan bahwa mengapa Allah melarang mereka memakan buah terlarang itu karena mereka akan hidup kekal seperti Tuhan apabila memakannya. Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akhirnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah sehingga Dia menurunkan mereka ke bumi. Allah berfirman:
Mendengar firman Allah tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar karenanya. Mereka lalu bertaubat kepada Allah dan setelah taubat mereka diterima, Allah berfirman:"Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."Al-Baqarah 2:36
"Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."Al-Baqarah 2:38
Adam dan Hawa turun ke bumi
Adam dan Hawa kemudian diturunkan ke Bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup di surga. Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan beragam suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya.Menurut kisah Adam diturunkan di (Sri Lanka) di puncak bukit Sri Pada dan Hawa diturunkan di Arabia. Mereka akhirnya bertemu kembali di Jabal Rahmah di dekat Mekkah setelah 40 hari berpisah. Setelah bersatu kembali, konon Adam dan Hawa menetap di Sri Lanka, karena menurut kisah daerah Sri Lanka nyaris mirip dengan keadaan surga. Di tempat ini ditemukan jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.
Kisah Qabil dan Habil
Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan. Keturunan pertama mereka ialah pasangan kembar Qabil dan Iqlima, kemudian pasangan kedua Habil dan Labuda. Setelah keempat anaknya dewasa, Adam mendapat petunjuk agar menikahkan keempat anaknya secara bersilangan, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.Namun Qabil menolak karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda. Adam kemudian menyerahkan persolan ini kepada Allah dan Allah memerintahkan kedua putra Adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima, ialah yang berhak memilih jodohnya. Untuk kurban itu, Habil mengambil seekor kambing yang paling disayangi di antara hewan peliharaannya, sedang Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek dari yang dimilikinya. Allah menerima kurban dari Habil, dengan demikian Habil lebih berhak menentukan pilihannya. Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpakasa menerima keputusan itu walau diam-diam hatinya tetap tidak mau menerima. Maka berlangsunglah pernikahan itu, Qabil dengan Labunda dan Habil dengan Iqlima.
Qabil berusaha memendam rasa kecewa dan sakit hatinya selama beberapa tahun, tetapi akhirnya ia tidak bisa menahan diri. Pada suatu hari Qabil mendatangi Habil yang berada di peternakannya. Iblis telah merasuki jiwanya. Pada saat Habil lengah, Qabil memukulnya dengan batu besar, tepat di kepala Habil. Habil pun mati. Sedang Qabil merasa kebingungan, ia tak tahu harus diapakan mayat saudaranya itu. Ia berjalan kesana kemari sambil membawa jenasah Habil. Ia merasa menyesal.
Allah memberi petunjuk kepada Qabil melalui sepasang burung gagak. Sepasang burung gagak yang hendak berbebut untuk mematuk mayat Habil. Kedua burung itu bertarung sampai salah satunya mati. Burung gagak yang masih hidup lalu menggali lubang dengan paruhnya, kemudian memasukkan gagak yang mati ke dalam lubang itu dan menguburnya. Sesudah mengubur mayat Habil, Qabil masih merasa sangat kebingungan. Ia tidak berani pulang, rasa berdosa telah membuatnya ketakutan sendiri. Akhirnya Qabil melarikan diri menuju hutan.
Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdulbari Mohammad
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdulbari Mohammad anda bisa mengunduh dibawah ini.Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdulaziz Az-Zahrani
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdulaziz Az-Zahrani anda bisa mengunduh dibawah ini.| Surah No. | Surah Name | Listen | Download MP3 |
| 1 | Al-Fatihah | Download | |
| 2 | Al-Baqarah | Download | |
| 18 | Al-Kahf | Download | |
| 19 | Maryam | Download | |
| 31 | Luqman | Download | |
| 32 | AsSajdah | Download | |
| 35 | Fatir | Download | |
| 36 | YaSin | Download | |
| 38 | Sad | Download | |
| 44 | Ad-Dukhan | Download | |
| 50 | Qaf | Download | |
| 57 | Al-Hadid | Download | |
| 69 | Al-Haqqah | Download | |
| 70 | Al-Ma'arij | Download | |
| 75 | Al-Qiyamah | Download | |
| 76 | Al-Insan | Download |
Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdul Aziz Al-Ahmad
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdul Aziz Al-Ahmad anda bisa mengunduh dibawah ini.
Langganan:
Komentar (Atom)

