Sabtu, 15 Oktober 2016

LGBT "Perangkap Setan"

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Tantangan mendidik anak khususnya yang beranjak remaja pada saat ini semakin kompleks. Perkembang-an teknologi yang sedemikian canggih semakin membuka tabir budaya antar bangsa nyaris hilang. Dengan gadget/smartphone di tangan budaya penduduk seantero bumi ini bisa kita

saksikan. Cara bertutur kata, model berpakaian, potongan rambut, selera bergaul, macam makanan dan lain sebagainya sangat mudah kita akses dengan alat komunikasi tersebut. Dan yang perlu kita cermati adalah budaya-budaya tersebut sebagian besar bersumber dari dunia barat yang jelas-jelas bermadzhab kebebasan. Apa pun boleh dilakukan. Dan sering kali mengabaikan nilai-nilai moral dan agama.

Contoh yang membuat kita miris adalah dilegalkannya perkawinan sesama jenis di Amerika Serikat pada Juni 2015, melengkapi 20 negara Barat dan Afrika yang telah terlebih dahulu melegalkannya. Tentu hal ini semakin menambah bukti bahwa negara Barat senantiasa mengutamakan nafsunya dari pada nilai moral dan agama. Karena Vatikan yang katanya menjadi kiblat agama mereka jelas-jelas menolak, tetapi begitu mudahnya mereka menentang dan meninggalkannya.

Pelegalan ini telah menjadi angin segar bagi gerakan LGBT (Lesbianisme, Gay, Transgender dan Biseksual) laksana virus yang begitu mudah hinggap pada diri seseorang. Kini para orang tua harus betul-betul waspada!!! Anak adalah titipan, anugerah yang harus kita syukuri dan kita pertanggung jawabkan kehadirat Allah . Anak juga menjadi harapan para orang tua. Harapan akan kelangsungan keturunan, harapan visi misi kekhalifahan di muka bumi ini. Sebenarnya jika dipikir secara jernih tanpa harus menggunakan dalil naqlipun, akan mengatakan hanya orang bodoh dan berlandaskan nafsu syahwat belakalah orang mau melaksanakan nikah

sesama jenis. Bahkan hewanpun tidak kita temukan kawin sesama jenis. Tetapi mengapa masih ada sekelompok orang melakukannya dan bahkan banyak negara melegalkan hal ini? Inilah perangkap Setan. Akankah Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia juga melegalkan?
Na’udzubillah mindzalik.

Rasulullah mengajarkan pada kita pisahkan tidur anak laki-laki dan perempuan, pakaikan baju anak laki-laki dengan baju laki-laki dan sebaliknya. Belikan mainan dan ajari perilaku sesuai dengan jenis kelaminnya. Bagaimana jika berkelamin dua? Pilih salah satu yang sesuai dengan organ dalamnya, misal jika ada rahimnya jadikan ia perempuan. Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah melaknat orang laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya. Sebagai agama penutup yang telah disempurnakan Is-lam memberikan panduan dan bimbingan pada umatnya begitu detail. Tentu sebagai seorang muslim harus mempelajarinya sehingga faham dan tidak terjebak pada perangkap-perangkap setan. Untuk mencegah virus homoseks, Rasulullah juga mengajarkan kita agar seorang laki-laki tidak melihat aurat laki-laki, demikian perempuan juga tidak melihat aurat perempuan (menurut ulama dalam hal ini yang dimaksud aurat sama dengan aurat laki-laki), Dan jangan laki-laki tidur satu selimut dengan laki-laki dan sebaliknya.

Hal lain untuk menyelamatkan anak kita dari virus LGBT adalah mengarahkan dan memantau pergaulan putra-putri kita. Dekatkan dengan ulama, kumpulkan dengan orang-orang yang suka ilmu dan ahli berjuang, serta jauhkan dari lingkungan lebai, happy-happy, dan hura-hura. Bukankah dalam tembang jawa kita sering diingatkan “wong kang shaleh kumpulono”? Dengan berbagai upaya ini mudah-mudahan Allah menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai perangkap setan, aamiin

Kisah Nabi Adam AS

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf :11-25.

Menurut ajaran agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan. Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.

Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamah, anak-anak Adam adalah Qabil dan Iqlima, Habil dan Labuda, Sith dan Azura, Ashut dan saudara perempuannya, Ayad dan saudara perempuannya, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, dan Baraq dan saudara perempuannya. Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40.

Wujud Adam

Menurut hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.

Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai makhluk asing dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan cerdas, dari peradaban di bumi sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.

Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:
"...dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."
Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
— At-Tin 95:4
Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as baru selesai diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya itu, menjadikannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada. Sama sekali berbeda jauh dari gambaran manusia purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.

Makhluk sebelum Adam

Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:
"...dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya."
Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai manusia dan diangkat (ditunjuk) Allah sebagai khalifah (pemimpin/pengganti/penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang sebelumnya sudah ada makhluk lain. Maka dengan kata lain adalah, Adam 'bukanlah makhluk berakal pertama' yang memimpin di bumi.

Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk berakal yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat. Manusia dan jin memiliki tujuan penciptaan yang sama oleh karena itu sama-sama memiliki akal yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda. Sedangkan malaikat hanya memiliki akal yang statis dan tidak memiliki nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk berakal lain selain ketiga makhluk ini.

Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas.
Surah Al Hijr ayat 27 berisi:
"...dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas."
— Al-Hijr 15:27
Dari ayat ini, Ulama berpendapat bahwa makhluk berakal yang dimaksud tidak lain adalah jin seperti dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan: "Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah jin yang suka berbuat kerusuhan."

Menurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin.

Penciptaan Adam

Setelah Allah menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah mengumumkan para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:
"Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Allah kemudian berfirman untuk menghilangkan keraguan para malaikat-Nya:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Lalu diciptakanlah Adam oleh Allah dari segumpal tanah liat yang kering dan lumpur hitam yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna.

Kesombongan Iblis

Saat semua makhluk penghuni surga bersujud menyaksikan keagungan Allah itu, hanya Iblis dari bangsa jin yang membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah karena merasa dirinya lebih mulia, lebih utama, dan lebih agung dari Adam. Hal itu disebabkan karena Iblis merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur. Kebanggaan akan asal usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam seperti para makhluk surga yang lain.

Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusirnya dari surga dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga kiamat kelak.

Iblis dengan sombong menerima hukuman itu dan ia hanya memohon kepada Allah untuk diberi kehidupan yang kekal hingga kiamat. Allah memperkenankan permohonannya itu. Iblis mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari surga. Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya. Allah kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.

Pengetahuan Adam

Allah hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi, maka Allah memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda. Para malaikat tidak sanggup menjawab firman Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahwa hanya Allah lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.

Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki akal yang dinamis. Sedangkan malaikat hanya memiliki akal yang statis sehingga hanya mengetahui hal-hal yang diajarkan langsung oleh Allah saja.

Adam menghuni surga

Adam diberi kesempatan oleh Allah untuk tinggal di surga dulu sebelum diturukan ke Bumi. Allah menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya. Adam memberinya nama, Hawa. Menurut cerita para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu dia masih tidur sehingga saat dia terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya. Allah berfirman kepada Adam:
"Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."

Tipu daya Iblis

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan saat diusir oleh Allah dari surga akibat pembangkangannya, Iblis mulai berencana untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia di surga yang tenteram dan damai dengan menggoda mereka untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah kepada mereka.

Iblis menipu mereka dengan mengatakan bahwa mengapa Allah melarang mereka memakan buah terlarang itu karena mereka akan hidup kekal seperti Tuhan apabila memakannya. Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akhirnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah sehingga Dia menurunkan mereka ke bumi. Allah berfirman:
"Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."Al-Baqarah 2:36
Mendengar firman Allah tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar karenanya. Mereka lalu bertaubat kepada Allah dan setelah taubat mereka diterima, Allah berfirman:
"Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."Al-Baqarah 2:38

Adam dan Hawa turun ke bumi

Adam dan Hawa kemudian diturunkan ke Bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup di surga. Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan beragam suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya.

Menurut kisah Adam diturunkan di (Sri Lanka) di puncak bukit Sri Pada dan Hawa diturunkan di Arabia. Mereka akhirnya bertemu kembali di Jabal Rahmah di dekat Mekkah setelah 40 hari berpisah. Setelah bersatu kembali, konon Adam dan Hawa menetap di Sri Lanka, karena menurut kisah daerah Sri Lanka nyaris mirip dengan keadaan surga. Di tempat ini ditemukan jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.

Kisah Qabil dan Habil

Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan. Keturunan pertama mereka ialah pasangan kembar Qabil dan Iqlima, kemudian pasangan kedua Habil dan Labuda. Setelah keempat anaknya dewasa, Adam mendapat petunjuk agar menikahkan keempat anaknya secara bersilangan, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.

Namun Qabil menolak karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda. Adam kemudian menyerahkan persolan ini kepada Allah dan Allah memerintahkan kedua putra Adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima, ialah yang berhak memilih jodohnya. Untuk kurban itu, Habil mengambil seekor kambing yang paling disayangi di antara hewan peliharaannya, sedang Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek dari yang dimilikinya. Allah menerima kurban dari Habil, dengan demikian Habil lebih berhak menentukan pilihannya. Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpakasa menerima keputusan itu walau diam-diam hatinya tetap tidak mau menerima. Maka berlangsunglah pernikahan itu, Qabil dengan Labunda dan Habil dengan Iqlima.

Qabil berusaha memendam rasa kecewa dan sakit hatinya selama beberapa tahun, tetapi akhirnya ia tidak bisa menahan diri. Pada suatu hari Qabil mendatangi Habil yang berada di peternakannya. Iblis telah merasuki jiwanya. Pada saat Habil lengah, Qabil memukulnya dengan batu besar, tepat di kepala Habil. Habil pun mati. Sedang Qabil merasa kebingungan, ia tak tahu harus diapakan mayat saudaranya itu. Ia berjalan kesana kemari sambil membawa jenasah Habil. Ia merasa menyesal.

Allah memberi petunjuk kepada Qabil melalui sepasang burung gagak. Sepasang burung gagak yang hendak berbebut untuk mematuk mayat Habil. Kedua burung itu bertarung sampai salah satunya mati. Burung gagak yang masih hidup lalu menggali lubang dengan paruhnya, kemudian memasukkan gagak yang mati ke dalam lubang itu dan menguburnya. Sesudah mengubur mayat Habil, Qabil masih merasa sangat kebingungan. Ia tidak berani pulang, rasa berdosa telah membuatnya ketakutan sendiri. Akhirnya Qabil melarikan diri menuju hutan.

Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdulbari Mohammad

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdulbari Mohammad anda bisa mengunduh dibawah ini.
Surah No. Surah Name Listen Download MP3
1 Al-Fatihah

   Download
2 Al-Baqarah

   Download
3 Al-Imran

   Download
4 An-Nisa'

   Download
5 Al-Ma'idah

   Download
6 Al-An'am

   Download
7 Al-A'raf

   Download
8 Al-Anfal

   Download
9 At-Taubah

   Download
10 Yunus

   Download
11 Hood

   Download
12 Yusuf

   Download
13 Ar-Ra'd

   Download
14 Ibrahim

   Download
15 Al-Hijr

   Download
16 An-Nahl

   Download
17 Al-Isra

   Download
18 Al-Kahf

   Download
19 Maryam

   Download
20 Ta­Ha

   Download
21 Al-Anbiya'

   Download
22 Al-Hajj

   Download
23 Al-Mu'minun

   Download
24 An-Nur

   Download
25 Al-Furqan

   Download
26 Ash-Shu'ara'

   Download
27 An-Naml

   Download
28 Al-Qasas

   Download
29 Al-'Ankabut

   Download
30 Ar­Room

   Download
31 Luqman

   Download
32 As­Sajdah

   Download
33 Al­Ahzab

   Download
34 Saba'

   Download
35 Fatir

   Download
36 Ya­Sin

   Download
37 As-Saffat

   Download
38 Sad

   Download
39 Az-Zumar

   Download
40 Ghafir

   Download
41 Fussilat

   Download
42 Ash-Shura

   Download
43 Az-Zukhruf

   Download
44 Ad-Dukhan

   Download
45 Al-Jathiya

   Download
46 Al-Ahqaf

   Download
47 Muhammad

   Download
48 Al-Fath

   Download
49 Al-Hujurat

   Download
50 Qaf

   Download
51 Az-Zariyat

   Download
52 At-Tur

   Download
53 An-Najm

   Download
54 Al-Qamar

   Download
55 Ar-Rahman

   Download
56 Al-Waqi'ah

   Download
57 Al-Hadid

   Download
58 Al-Mujadilah

   Download
59 Al-Hashr

   Download
60 Al-Mumtahinah

   Download
61 As-Saff

   Download
62 Al-Jumu'ah

   Download
63 Al-Munafiqun

   Download
64 At-Taghabun

   Download
65 At-Talaq

   Download
66 At-Tahrim

   Download
67 Al-Mulk

   Download
68 Al-Qalam

   Download
69 Al-Haqqah

   Download
70 Al-Ma'arij

   Download
71 Nooh

   Download
72 Al-Jinn

   Download
73 Al-Muzzammil

   Download
74 Al-Muddaththir

   Download
75 Al-Qiyamah

   Download
76 Al-Insan

   Download
77 Al-Mursalat

   Download
78 An-Naba'

   Download
79 An-Nazi'at

   Download
80 'Abasa

   Download
81 At-Takwir

   Download
82 Al-Infitar

   Download
83 Al-Mutaffifin

   Download
84 Al-Inshiqaq

   Download
85 Al-Buruj

   Download
86 At-Tariq

   Download
87 Al-A'la

   Download
88 Al-Ghashiyah

   Download
89 Al-Fajr

   Download
90 Al-Balad

   Download
91 Ash-Shams

   Download
92 Al-Lail

   Download
93 Ad-Duha

   Download
94 Ash-Sharh

   Download
95 At-Tin

   Download
96 Al-'Alaq

   Download
97 Al-Qadr

   Download
98 Al-Baiyinah

   Download
99 Az-Zalzalah

   Download
100 Al-'Adiyat

   Download
101 Al-Qari'ah
   Download
102 At-Takathur

   Download
103 Al-'Asr
   Download
104 Al-Humazah

   Download
105 Al-Fil
   Download
106 Quraish

   Download
107 Al-Ma'un
   Download
108 Al-Kauthar

   Download
109 Al-Kafirun
   Download
110 An-Nasr

   Download
111 Al-Masad
   Download
112 Al-Ikhlas

   Download
113 Al-Falaq
   Download
114 An-Nas

   Download

Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdulaziz Az-Zahrani

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdulaziz Az-Zahrani anda bisa mengunduh dibawah ini.

Download MP3 Al-Qur'an Reciter Abdul Aziz Al-Ahmad

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jika anda ingin mendengarkan mp3 Al-quran lengkap dari Reciter Abdul Aziz Al-Ahmad anda bisa mengunduh dibawah ini.
Surat No. Nama Surat Play Download MP3
1 Al-Fatihah

   Download
2 Al-Baqarah

   Download
3 Al-Imran

   Download
4 An-Nisa'

   Download
5 Al-Ma'idah

   Download
6 Al-An'am

   Download
7 Al-A'raf

   Download
8 Al-Anfal

   Download
9 At-Taubah

   Download
10 Yunus

   Download
11 Hood

   Download
12 Yusuf

   Download
13 Ar-Ra'd

   Download
14 Ibrahim

   Download
15 Al-Hijr

   Download
16 An-Nahl

   Download
17 Al-Isra

   Download
18 Al-Kahf

   Download
19 Maryam

   Download
20 Ta­Ha

   Download
21 Al-Anbiya'

   Download
22 Al-Hajj

   Download
23 Al-Mu'minun

   Download
24 An-Nur

   Download
25 Al-Furqan

   Download
26 Ash-Shu'ara'

   Download
27 An-Naml

   Download
28 Al-Qasas

   Download
29 Al-'Ankabut

   Download
30 Ar­Room

   Download
31 Luqman

   Download
32 As­Sajdah

   Download
33 Al­Ahzab

   Download
34 Saba'

   Download
35 Fatir

   Download
36 Ya­Sin

   Download
37 As-Saffat

   Download
38 Sad

   Download
39 Az-Zumar

   Download
40 Ghafir

   Download
41 Fussilat

   Download
42 Ash-Shura

   Download
43 Az-Zukhruf

   Download
44 Ad-Dukhan

   Download
45 Al-Jathiya

   Download
46 Al-Ahqaf

   Download
47 Muhammad

   Download
48 Al-Fath

   Download
49 Al-Hujurat

   Download
50 Qaf

   Download
51 Az-Zariyat

   Download
52 At-Tur

   Download
53 An-Najm

   Download
54 Al-Qamar

   Download
55 Ar-Rahman

   Download
56 Al-Waqi'ah

   Download
57 Al-Hadid

   Download
58 Al-Mujadilah

   Download
59 Al-Hashr

   Download
60 Al-Mumtahinah

   Download
61 As-Saff

   Download
62 Al-Jumu'ah

   Download
63 Al-Munafiqun

   Download
64 At-Taghabun

   Download
65 At-Talaq

   Download
66 At-Tahrim

   Download
67 Al-Mulk

   Download
68 Al-Qalam

   Download
69 Al-Haqqah

   Download
70 Al-Ma'arij

   Download
71 Nooh

   Download
72 Al-Jinn

   Download
73 Al-Muzzammil

   Download
74 Al-Muddaththir

   Download
75 Al-Qiyamah

   Download
76 Al-Insan

   Download
77 Al-Mursalat

   Download
78 An-Naba'

   Download
79 An-Nazi'at

   Download
80 'Abasa

   Download
81 At-Takwir

   Download
82 Al-Infitar

   Download
83 Al-Mutaffifin

   Download
84 Al-Inshiqaq

   Download
85 Al-Buruj

   Download
86 At-Tariq

   Download
87 Al-A'la

   Download
88 Al-Ghashiyah

   Download
89 Al-Fajr

   Download
90 Al-Balad

   Download
91 Ash-Shams

   Download
92 Al-Lail

   Download
93 Ad-Duha

   Download
94 Ash-Sharh

   Download
95 At-Tin

   Download
96 Al-'Alaq

   Download
97 Al-Qadr

   Download
98 Al-Baiyinah

   Download
99 Az-Zalzalah

   Download
100 Al-'Adiyat

   Download
101 Al-Qari'ah
   Download
102 At-Takathur

   Download
103 Al-'Asr
   Download
104 Al-Humazah

   Download
105 Al-Fil
   Download
106 Quraish

   Download
107 Al-Ma'un
   Download
108 Al-Kauthar

   Download
109 Al-Kafirun
   Download
110 An-Nasr

   Download
111 Al-Masad
   Download
112 Al-Ikhlas

   Download
113 Al-Falaq
   Download
114 An-Nas

   Download